RSS

IKD

                                                               BIOTEKNOLOGI

1.     Bioteknologi
 Bioteknologi dapat diartikan sebagai pemanfaatan prinsip-prinsip ilmiah dan teknologi dengan  menggunakan makhluk hidup sebagai alat bantu untuk menghasilkan produk atau jasa guna kepentingan manusia. Bioteknologi bukanlah suatu disiplin ilmu melainkan penerapan ilmu (suatu teknik dalam biologi). Dalam bioteknologi, makhluk hidup digunakan untuk menghasilkan produk atau jasa dengan alasan karena makhluk hidup:
·         Senantiasa berkembangbiak dan dapat dibiakkan (terbaharukan)
·         Mudah diperoleh
·         Sifatnya dapat diubah-ubah sesuai kebutuhan
·         Dapat menghasilkan berbagai macam produk yang dibutuhkan.
 Bioteknologi Konvensional Pemanfaatan makhluk hidup untuk menghasilkan produk atau jasa sudah banyak dilakukan sejak dulu. Di Indonesia, orang telah lama mengenal proses pembuatan tape, tuak dan tempe dengan menggunakan mikroorganisme Pemanfaatan Biotekhnologi dalam kehidupan sehari-hari: Pada bidang pangan  Bioteknologi memainkan peranan penting dalam bidang pangan yaitu dengan memproduksi makanan dengan bantuan mikroba (tempe,roti,keju,yoghurt,kecap,dll).
Di  bidang Kesehatan Bioteknologi juga dimanfaatkan untuk berbagai keperluan misalnya dalam pembuatan antibodi monoklonal, pembuatan vaksin, terapi gen dan pembuatan antibiotik. Proses penambahan DNA asing pada bakteri merupaka prospek untuk memproduksi hormon atau obat-obatan di dunia kedokteran. Contohnya pada produksi hormon insulin, hormon pertumbuhan dan zat antivirus yang disebut interferon. Orang yang menderita diabetes melitus membutuhkan suplai insulin dari luar tubuh. Dengan menggunakan teknik DNA rekombinan, insulin dapat dipanen dari bakteri. Beberapa penyakit menurun atau kelainan genetik dapat disembuhkan dengan cara menyisipkan gen yang kurang pada penderita, cara ini dikenal dengan istilah terapi gen.
Bidang Lingkungan Pencemaran lingkungan merupakan salah satu isu global yang marak dibicarakan saat ini. Tingginya tingkat pencemaran akan berdampak serius terhadap kelangsungan hidup umat manusia. Di bidang lingkungan, bioteknologi diantaranya berperan dalam:
·         Menghasilkan energi berupa bahan bakar yang ramah lingkungan, misalnya etanol dan biogas (gas metana).
·         Pengolahan berbagai macam limbah, misalnya limbah industri, limbah plastik dan pencemaran air yang disebabkan oleh minyak melalui bioremediasi.
Bidang Pertanian    Adanya perbaikan sifat tanaman dapat dilakukan dengan teknik modifikasi genetik dengan bioteknologi melalui rekayasa genetika untuk memperoleh varietas unggul, produksi tinggi, tahan hama, patogen, dan herbisida. Perkembangan Biologi Molekuler memberikan sumbangan yang besar terhadap kemajuan ilmu pemuliaan ilmu tanaman (plant breeding). Suatu hal yang tidak dapat dipungkiri bahwa perbaikan genetis melalu pemuliaan tanaman konvemsional telah memberikan kontribusi yng sangat besar dalam penyediaan pangan dunia.  Dalam bidang pertanian telah dapat dibentuk tanaman dengan memanfaatkan mikroorganisme dalam fiksasi nitogen yang dapat membuat pupuknya sendiri sehingga dapat menguntungkan pada petani. Demikian pula terciptanya tanaman yang tahan terhadap tanah gersang.
Bidang Peternakan   Penerapan bioteknologi pada peternakan contohnya adalah hewan transgenik dan hormon bovin somatotropin. Hewan Transgenik adalah Hewan yang diberi perlakuan rekayasa genetika disebut hewan transgenik. Pada hewan-hewan tersebut disisipkan gen-gen tertentu yang dibutuhakan manusia. Sebagi contohnya adalah domba transgenik. DNA domba tersebut telah disisipi dengan gen manusia yang disubut dengan faktor VII ( merupakan protein pembeku darah). Dengan adanya penyisipan tersebut domba mneghasilkan susu yang mengandung faktor VIII yang dapat dimurnikan untuk menolong penderita hemofilia. Rekayasa genitika pada hewan juga dapat membantu melestarikan spsies langka. Sebagai contoh sel telur zebra yang sudah dibuahi lalu ditanam pada kuda spesies lain.
 Pengolahan Limbah  Sampah atau limbah merupakan bahan pencemar lingkungan yang mengancam kehidupan. Oleh kerena itu harus ada upaya penanggulangan limbah.      Penanggulangan sampah dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya ditimbun, dibakar dan didaur ulang. Diantara semua cara itu, cara yang terbaik adalah dengan cara didaur ulang. Salah satu contoh proses daur ulang sampah yang telah diuji pada beberapa sampah tumbuhan adalah proses pirolisis, yaitu proses dekomposisi sampah dengan suhu tinggi pada kondisi tanpa oksigen (anaerob).      Denag cara ini sampah dapat diubah menjadi arang, gas (misalnya metana), dan bahan anorganik. Bahan-bahan tersebut dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar. Keunggulan dari bahan bakar hasil proses ini adalah kandungan sulfur yang rendah sehingga dapat mengurangi pencemaran udara.
Dampak terhadap kesehatan  Produk-produk hasil rekayasa genetika memiliki resiko potensial sebagai berikut:
· Gen sintetik dan produk gen baru yang berevolusi dapat menjadi racun dan atau imunogenik untuk manusia dan hewan.
· Rekayasa genetik tidak terkontrol dan tidak pasti, genom bermutasi dan bergabung, adanya kelainan bentuk generasi karena racun atau imunogenik, yang disebabkan tidak stabilnya DNA rekayasa genetik.
· Virus di dalam sekumpulan genom yang menyebabkan penyakit mungkin diaktifkan oleh rekayasa genetik.
·   Penyebaran gen tahan antibiotik pada patogen oleh transfer gen horizontal, membuat tidak menghilangkan infeksi.
· Meningkatkan transfer gen horizontal dan rekombinasi, jalur utama penyebab penyakit.
·   DNA rekayasa genetik dibentuk untuk menyerang genom dan kekuatan sebagai promoter sintetik yang dapat mengakibatkan kanker dengan pengaktifan oncogen (materi dasar sel-sel kanker).
·   Tanaman rekayasa genetik tahan herbisida mengakumulasikan herbisida dan meningkatkan residu herbisida sehingga meracuni manusia dan binatang seperti pada tanaman.
Dampak terhadap lingkungan Saat ini, umat manusia mampu memasukkan gen ke dalam organisme lain dan membentuk "makhluk hidup baru" yang belum pernah ada. Pengklonan, transplantasi inti, dan rekombinasi DNA dapat memunculkan sifat baru yang belum pernah ada sebelumnya.
Dampak terhadap etika moral   Penyisipan gen makhluk hidup lain yang tidak berkerabat dianggap telah melanggar hukum alam dan kurang dapat diterima oleh masyarakat. Pemindahan gen manusia ke dalam tubuh hewan dan sebaliknya sudah mendapatkan reaksi keras dari berbagai kalangan. Permasalahan produk-produk transgenik tidak berlabel, membawa konskuensi bagi kalangan agama tertentu. Terlebih lagi teknologi kloning yang akan dilakukan pada manusia. Bioteknologi yang berkaitan dengan reproduksi manusia sering membawa masalah baru, karena masyarakat belum menerimanya.
Dampak ekonomi Terdapat suatu kecenderungan bahwa bioteknologi tidak terlepas dari muatan ekonomi. Muatan ekonomi tersebut terlihat dari adanya hak paten bagi produk-produk hasil rekayasa genetik, sehingga penguasaan bioteknologi hanya pada lembaga-lembaga tertentu saja. Hal ini memaksa petani-petani kecil untuk membeli bibit kepada perusahaan perusahaan yang memiliki hak paten.
2.    Teknologi Informasi
Pengertian teknologi secara umum yaitu proses yang meningkatkan nilai tambah produk yang digunakan dan dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja, struktur atau sistem di mana proses dan produk itu dikembangkan dan digunakan.
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuanm ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif. Dampak yang ditimbulkan di bidang Pendidikan:
a)    Dampak Positif
Mengubah peran guru atau dosen (pengajar) dan siswa atau mahasiswa (peserta didik) dalam pembelajaran. Perubahan peran tersebut diantaranya yaPosisi seorang yang dulunya sebagai penyampai pengetahuan, sumber utama informasi, akhli materi, dan itusumber segala jawaban, yang kemudian hanya sebagai fasilitator pembelajaran, pelatih, kolaborator, navigator pengetahuan, dan mitra belajar. Dari mengendalikan dan mengarahkan semua aspek pembelajaran, menjadi memberikan lebih banyak alternatif dan tanggung jawab kepada setiap siswa dalam proses pembelajaran.Sementara itu peran siswa dalam pembelajaran telah mengalami perubahan yaitu: Dari penerima informasi yang pasif menjadi partisipan aktif dalam proses pembelajaran. Dari mengungkapkan kembali pengetahuan menjadi menghasilkan berbagai pengetahuan. Dari pembelajaran sebagai aktiivitas individual menjadi pembelajaran berkolaboratif dengan siswa lain. Mempercepat sebuah pekerjaan, Pelajar mampu mengakses informasi, dimanapun, kapanpun, dan kepada atau siapapun.
b)   Dampak Negatif
Pelajar menjadi pecandu dari keberadaan dunia maya secara berlebih.Hal ini  bisa terjadi ketika para pelajar tidak mempunyai sikap skeptis serta kritis terhadap sesuatu hal yang baru. Apalagi dalam konteks dunia maya (internet). Saat mereka tengah aksik berkutat dengan internet, sebenarnya secara tidak langsung mereka telah masuk di dalam dunia yang over free. Maka sangatlah penting adanya kedua sikap yang sangat vital tersebut sebagai benteng maupun filter dari segala sumber informasi yang ada. Selain itu, sikap perhatian dari orang tua juga sangat berperan penting di dalam menanamkan nilai-nilai tentang sebuah norma maupun agama sebagai landasan.
3.    Teknologi kearifan lokal
Pengertian Kearifan Lokal dilihat dari kamus Inggris Indonesia, terdiri dari 2 kata yaitu kearifan (wisdom) dan lokal (local). Local berarti setempat dan wisdom sama dengan kebijaksanaan. Dengan kata lain maka local wisdom dapat dipahami sebagai gagasan-gagasan, nilai-nilai-nilai, pandangan-pandangan setempat (local) yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya.
Secara filosofis, kearifan lokal dapat diartikan sebagai sistem pengetahuan masyarakat lokal/pribumi (indigenous knowledge systems) yang bersifat empirik dan pragmatis. Bersifat empirik karena hasil olahan masyarakat secara lokal berangkat dari fakta-fakta yang terjadi di sekeliling kehidupan mereka. Bertujuan pragmatis karena seluruh konsep yang terbangun sebagai hasil olah pikir dalam sistem pengetahuan itu bertujuan untuk pemecahan masalah sehari-hari.
Dari definisi-definisi itu, kita dapat memahami bahwa kearifan lokal adalah pengetahuan yang dikembangkan oleh para leluhur dalam mensiasati lingkungan hidup sekitar mereka, menjadikan pengetahuan itu sebagai bagian dari budaya dan memperkenalkan serta meneruskan itu dari generasi ke generasi. Beberapa bentuk pengetahuan tradisional itu muncul lewat cerita-cerita, legenda-legenda, nyanyian-nyanyian, ritual-ritual, dan juga aturan atau hukum setempat.
Kearifan lokal menjadi penting dan bermanfaat hanya ketika masyarakat lokal yang mewarisi sistem pengetahuan itu mau menerima dan mengklaim hal itu sebagai bagian dari kehidupan mereka. Dengan cara itulah, kearifan lokal dapat disebut sebagai jiwa dari budaya lokal. Jenis- jenis Kearifan Lokal yaitu:
·  Tata kelola,berkaitan dengan kemasyarakatan yang mengatur kelompok sosial (kades)
·  Nilai-nilai adat, tata nilai yang dikembangkan masyarakat tradisional yang mengatur etika.
·  Tata cara dan prosedur, bercocok tanam sesuai dengan waktunya untuk melestarikan alam.
·         Pemilihan tempat dan ruang.
               Fungsi Kearifan Lokal
·         Berfungsi untuk konservasi dan pelestarian sumber daya alam
·         Berfungsi untuk pengembangan sumber daya manusia,
·         Berfungsi untuk pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan
·         Berfungsi sebagai petuah, kepercayaan, sastra dan pantangan
·          Bermakna sosial misalnya upacara integrasi komunal/kerabat.
·         Bermakna sosial, misalnya pada upacara daur pertanian.
·   Bermakna etika dan moral, yang terwujud dalam upacara Ngaben dan penyucian roh leluhur.
·         Bermakna politik.

MAKALAH PSIKOLOGI PERKEMBANGAN AUD I

       (“MENGEMBANGKREATIVITAS ANAK MELALUI PERMAINAN BISIK BERANTAI”)


PENDAHULUAN

       I.            Latar Belakang
Dewasa ini banyak orang tua dan para pendidik anak usia dini yang kurang memperhatikan perkembangan kreativitas anak. Karena banyak orang tua yang bekerja sehingga waktu mereka untuk memahami perkembangan anak menjadi terbatas,sedangkan waktu anak di sekolah juga terbatas. Selain itu pengetahuan orang tua dan pendidik tentang upaya pengembangan pengembangan kreativitas pada anak juga terbatas.
Dengan demikian kreativitas pada anak tidak akan berkembang,yang menyebabkan anak kurang aktif dalam melakukan sesuatu dan menemukan suatu pengetahuan baru.
Untuk itu diperlukan upaya guru dan orang tua untuk mengembangkan kreativitas pada anak usia dini. Salah satu upaya yang bisa dilakukan guru adalah melalui permainan bisik berantai.anak usia dini. Anak usia dini pada umumnya belajar dari pengalaman yang mereka alami. Dengan melakukan pesan berantai,maka anak dapat menggunakan bahasa yang baik dan benar dalam berkomunikasi dengan orang lain.

    II.            Tujuan
(1)      Mendeskripsikan penerapan metode bermain bisik berantai untuk meningkatkan
kemampuan  berbahasa anak.
(2)      Mendeskripsikan peningkatan kemapuan bahasa anak.

 III.            Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1.      Apa konsep dasar kreativitas anak?
2.      Bagaimana penerapan permainan bisik berantai ?
3.      Bagaimana hasil belajar anak dengan penerapan permainan bisik berantai?
4.      Bagaimanakah partisipasi anak terhadap pembelajaran yang menerapkan bisik berantai?

 IV.            Batasan Masalah
Agar makalah ini lebih maksimal dan untuk menghindari penafsiran yang salah,maka makalah ini dibatasi pada:
1.  Konsep dasar kreativitas anak
2.  Penerapan permainan bisik berantai.
3.  Hasil belajar anak dengan penerapan bisik berantai.
4.  Manfaat  pembelajaran yang menerapkan bisik berantai.


                                   BAB II
PEMBAHASAN

A.    Konsep Kreativitas
Kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi,produk atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru,dan sebelumnya tidak di kenal pembuatannya.kreativitas mengarah pada penciptaan sesuatu yang baru,berbeda,dan bersifat unik baik berbentuk lisan atau tulisan,maupun konkret atau abstrak.
Puncak awal dalam kreativitas disebabkan oleh faktor lingkungan seperti kesehatan yang buruk,lingkungan keluarga,tekanan keuangan dan kekurangan waktu luang. Tidak terdapat bukti bahwa puncak awal atau penurunan berikutnya disebabkan oleh batasan bawaan.
Walaupun kenyataan menunjukkan bahwa kreativitas  mengikuti pola yang dapat diramalkan namun ada variasi dalam pola ini. Ada sejumlah faktor yang turut menimbulkan variasi ini,diantarnya yang dianggap penting,yaitu:
a. Jenis kelamin
b. Status sosioekonomi
c. Urutan kelahiran
d. Ukuran keluarga
e. Lingkungan kota versus lingkungan pedesaan
f. Intelegensi
Kondisi yang meningkatkan kretivitas anak yaitu:
a. Waktu
Kegiatan anak seharusnya jangan di atur sedemikian rupa sehingga hanya sedikit waktu bebas bagi mereka untuk bermain-main dengan gagasan,konsep-konsep dan mencobanya dalam bentu baru dan orisinal.
b. Kesempatan menyendiri
Anak dapat menjadi kreatif apabila tidak mendapatkan tekanan dari kelompok sosial. “Anak membutuhkan waktu dan kesempatan menyendiri untuk mengembangkan imajinatif yang kaya” (Singer dalam Elizabeth B.Hurlock)
c.  Dorongan
Anak harus di dorong untuk kreatif dan bebas dari ejekan dan kritik yang seringkali dilontarkan pada anak yang kreatif.
d. Sarana
Sarana untuk anak bermain harus disediakan untuk meransang dorongan eksperimentasi dan eksplorasi,yang merupakan unsur penting dari semua kreatifitas.
e. Lingkungan yang meransang
Lingkungan rumah dan sekolah harus meransang kreativitas dengan memberikan bimbingan dan dorongan untuk menggunakan kreativitas. Ini harus dilakukan sedini mungkin sejak masa bayi dan dilanjutkan hingga masa sekolah dengan menjadikan kreativitas suatu pengalaman yang menyenangkan dan dihargai secara sosial.

f. Hubungan orang tua anak yang tidak posesif
Orang tua tidak terlalu melindungi atau terlalu posesif terhadap anak,mendorong anak untuk mandiri.
g. Cara mendidik anak
Mendidik anak secara demokratis dan permisif dirumah dan sekolah meningkatkan kreativitas sedangkan mendidik otoriter memadamkannya.
h. Kesempatan untuk memperoleh pengetahuan
Kreativitas tidak muncul dalam kehampaan. Semakin banyak pengetahuan yang dapat di peroleh anak,semakin baik dasar untuk mencapai hasil yang kreatif. “Anak-anak harus berisi agar dapat berfantasi”( Pulaski dalam Elizabeth B.Hurlock).

5 cara meningkatkan kreativitas anak, yaitu ;
1. Buatlah diri tertarik pada kreativitas anak dan bergabunglah dengan permainan dan aktivitas anak.
2. Jadwalkan waktu dan ruang agar anak-anak menjadi kreatif. Bisa dimana saja, seperti di meja dapur, di depan televisi, kamar mandi dan dimanapun.

3.Variasikan sumber daya anak-anak Anda agar dapat bermain secara kreatif sesuai dengan usia mereka. Sediakan berbagai penunjang seperti cat, boneka, tokoh-tokoh kecil, kotak, kain, sendok kayu, kardus, dan apapun yang bisa digunakan bermain namun tetap aman.
4.Bacakan cerita kepada anak-anak dan tumbuhkan minat mereka dalam bicarakan berbagai hal seperti hewan, monster, peri, mesin, mobil, alam, bunga, dan sebagainya.
5.Nikmati musik yang menyenangkan dan eksplorasilah bersama anak-anak. Luangkan waktu untuk menggambar, bercerita dan bermain bersama mereka.

B. Penerapan permainan bisik berantai.
Permainan bisik berantai dilaksanakan dalam bentuk kelompok. Tiap-tiap kelompok terdiri dari 4-5 anak. Permainan bisik berantai bisa diberikan kepada anak yang berusia 5-18 tahun. Waktu permainan ini dilaksanakan lebih kurang 15 menit sampai 30 menit.
Prosedur permainan :
1) Guru membagi semua siswa beberapa kelompok
2) Setiap kelompok siswa membentuk barisan panjang dengan jarak tertentu yang tidak terlalu rapat. Kemudian tentukan satu siswa sebagai informan pertama.
3) Guru memberikan informasi cara permainan,kemudian memberikan informasi kepada siswa informan secara rahasia.
4) Siswa yang menjadi informan menyampaikan pesannya kepada peserta didepannya dengan cara membisikkan. Kesempatan membisikkannya hanya dua kali.
5) Siswa kedua harus menyimak baik-baik informasi kemudian diteruskan kepada siswa berikutnya. Secara berantai pesan disampaikan hingga siswa terakhir di ujung.
6) Siswa terakhir menuliskan informasi yang di dapatnya.
7) Permainan bisa ulang beberapa kali dengan pesan yang berbeda dengan jumlah kelompok lebih banyak. Kegiatan diakhiri setelah seluruh kelompok mampu menyampaikan pesan dengan benar.


C. Hasil belajar anak dengan penerapan bisik berantai.
Permainan ini melatih kemampuan berkomunikasi dengan mengingat pesan. Guru mengarahkan peserta untuk berlomba menyampaikan pesan dengan benar dan mengontrol tiap tahap pesan yang disampaikan dara satu siswa ke siswa lainnya. Selain itu guru dapat membantu menuliskan pada kelompok siswa yang lebih muda (5-8 tahun). Kondisikan agar permainan berjalan menyenangkan.
Melalui permainan bisik berantai anak diharapkan anak dapat menyimak dan menyampaikan pesan secara lisan sesian dengan apa yang di dengar.
Seluruh siswa berkumpul,guru meminta komentar siswa tentang permainan tadi. Guru meminta kesalahan informasi pada kelompok yang berantakan dalam menuliskan pesan.guru mengingatkan seluruh siswa untuk tidak menyalahkan kepada individu yang bersangkutan,tetapi bagaimana membangun sistem komunikasi yang efektif.
Siswa di minta berkomentar untuk membandingkan keefektifan pada kelompok besar dan kelompok kecil.

D. Manfaat  pembelajaran yang menerapkan bisik berantai
Permainan bisik berantai merupakan salah satu contoh metode permainan bahasa untuk mengembangkan kemampuan menyimak pada anak usia dini.
Tujuan permainan bisik berantai adalah:

  1. melatih kemampuan menyimak anak sehingga dapat meningkat, karena kemampuan menyimak yang dimiliki oleh setiap anak itu tidak sama atau berbeda. Kemampuan menyimak ini tidak sama, karena ditentukan oleh kebiasaan melatih kemampuan menyimak, artinya bahwa kemampuan menyimak itu ditemukan oleh seberapa sering seseorang untuk berlatih sebagai penerima pesan atau informasi dan meneruskan informasi tersebut kepada orang lain. 
  2. Dengan menerapkan metode bermain bisik berantai anak mendapat pengalaman saat membisikkan kepada teman pertama dan dilanjutkan kepada teman ke dua berikutnya sampai terakhir mengucapkan dengan keras sesuai pesan yang diterima.
  3. Dengan penerapan metode bermain bisik berantai dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak, sebab bermain bisik berantai dapat melibatkan kemampuan mendengar, menyimak, berbicara sesuai dengan kemampuan berbahasa anak yang dimiliki. 
  4.  Mengajari anak lebih teliti 
  5.   Mengajari anak supaya cepat tanggap dalam menghadapi sesuatu
  6. Belajar mengucapkan bahasa yang tepat dan benar 
  7.  Menambah perbendaharaan kata
  8. Melatih komunikasi yang baik dan benar 
  9.  Membangun suasana yang menyenangkan

 Sebaiknya guru menggunakan metode bermain bisik berantai dalam pembelajaran yang sesuai untuk menunjang tercapainya tujuan pembelajaran yang optimal.
Permainan pesan berantai dapat divariasikan dengan beragam media. Pada kelompok siswa berusia muda (5-8 tahun) bisa menggunakan alat bantu telepon benang atau gerak fisik dengan memberi jarak yang jauh untuk berlari dan seterusnya. Pada kelompok siswa berusia lebih tua (15-18 tahun) gunakan informasi yang panjang dan berantai akan sangat menantang.


BAB III
PENUTUP

    A.    Kesimpulan
Anak usia dini pada umumnya belajar dari pengalaman yang mereka alami. Bermain pada anak usia dini merupakan salah satu bentu pembelajaran,karena prinsip belajar pada anak usia dini adalah belajar smbil bermain,bermain seraya belajar. Salah satu bentuk permainan yang bisa diberikan kepada anak yaitu permainan bisik berantai. Permainan bisik berantai bermanfaat untuk:
a) melatih kemampuan menyimak anak
b) Mengajari anak lebih teliti
c) Mengajari anak supaya cepat tanggap dalam menghadapi sesuatu
d) Belajar mengucapkan bahasa yang tepat dan benar
e) Menambah perbendaharaan kata
f) Melatih komunikasi yang baik dan benar
g) Membangun suasana yang menyenangkan
  
   B.     Saran
Sebagai orang tua dan pendidik anak usia dini,harus mengembangkan kreativitas anak karena pengembangan kreativitas sejak dini akan berpengaruh terhadap pembentukan softskill anak kelak. Orang tua dan guru harus bekerja sama dalam mengembangkan kreativitas anak, jangan melarang anak untuk melakukan eksperimen dan berinovasi,karena akan menghambat perkembangan pada anak.




Daftar pustaka 
  1. Hurlock B. Elizabeth. 1978. Perkembangan anak jilid 2. Jakarta : Erlangga
  2. Nisak Raisatun. 2011. Seabrek games asyik- edukatif untuk mengajar paud l TK. Jogjakarta: Diva press 
  3. Kurniawan Yudha. 2007. Smart ganes for kids. Jakarta : PT Wahyu Media 
  4. http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/KSDP/article/view/14 
  5. http://toko-news.blogspot.com/2012/07/5-tips-cara-meningkatkan-kreativitas.html# 
  6. http://www.masbied.com/search/latar-belakang-masalah-kreativitas-belajar